Advertise
TOTAL MEMBERS:
42.024
TOTAL FOBLOGS:
71.195
TOTAL FRIENDSHIPS:
165.286
Searching:
Create Blog

Pekan Kondom Nasional, Perlukah Diadakan?

Navigation: Foblog Online » Lihat Semua Foblog » Forum » Berita dan Politik » Pekan Kondom Nasional, Perlukah Diadakan?
Published on 01 December 2013 22:24 by Contributor ForumComment
Category: Forum » Berita dan Politik1345 Views 8134 Chars
Short URL: Print Pekan Kondom Nasional, Perlukah Diadakan?   PDF Pekan Kondom Nasional, Perlukah Diadakan?

Pekan Kondom Nasional, Perlukah Diadakan?



Perlukah Pekan Kondom Nasional ?
Quote:
Setiap tanggal 1 Desember dunia memperingati hari AIDS sedunia. Tak terkecuali di Indonesia, untuk tahun ini Indonesia mengusung tema Cegah HIV dan AIDS! Lindungi Pekerja, Keluarga dan Bangsa.

Selain acara-acara peringatan yang biasa dilakukan pada hari AIDS sedunia, pemerintah juga mengadakan suatu kegiatan yang cukup kontroversial, yaitu pekan kondom nasional yang berlangsung dari 1-7 Desember 2013. Mengapa kontroversial? Karena ada yang berpendapat bahwa kegiatan ini akan mendorong masyarakat untuk melakukan seks bebas.


yang kontra
Spoiler for yang kontra:
HTI Tentang Pekan Kondom Nasional

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Sedikitnya 300 orang remaja muslimah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menggelar aksi damai menolak pergaulan bebas di depan gedung Grahadi, Surabaya, Jawa Timur, Ahad (1/12).

Aksi ini sekaligus untuk memperingati Hari Human Immunodeficiency Virus Infection - Acquired Immunodeficiency Syndrome (HIV-AIDS) sedunia yang diperingati pada hari ini.

Koordinator Lajnah Khusus Sekolah (LKS) Surabaya Muslimah HTI Siti Zulaikha mengatakan, pihaknya prihatin dengan pergaulan bebas yang semakin marak. Ironisnya kondisi tersebut dianggap seperti makanan sehari-hari.

Dia mencontohkan maraknya pergaulan bebas seperti kasus mucikari pekerja seks komersial (PSK) di Surabaya yang ternyata masih berstatus sebagai pelajar sekolah.

Tentu kondisi tersebut harus diluruskan. Selain itu, kami prihatin karena persentase penderita HIV-Aids semakin meningkat, katanya kepada Republika, Ahad (1/12).

Untuk itu, aksi kali ini dilakukan oleh muslimah HTI sebagai kampanye menolak pergaulan bebas dan mengkritik berbagai program pemerintah yang justru membuat pergaulan seks bebas tumbuh subur.

Selain itu, kata Zulaikha, pihaknya menilai program kesehatan produksi (kespro) remaja dan kondomisasi yang nyata-nyata bersumber dari kapitalisme ternyata terbukti semakin meningkatkan angka pelaku seks bebas remaja dan penderita HIV-Aids.

Ia juga menyayangkan dan menentang pekan kondom nasional yang dilakukan Komisi Penanggulangan Aids Nasional (KPAN) pada 1-7 Desember 2013, dimana dalam kampanye kondom tersebut akan dibagikan kondom secara gratis pada remaja.

Program tersebut dinilai justru mensponsori seks bebas karena remaja akan memperoleh pembenaran bahwa berzina boleh dilakukan asalkan memakai kondom.

Terlebih secara medis terbukti bahwa kondom nyata-nyata tidak mampu mencegah HIV-Aids. Sehingga bisa dikatakan bahwa Pekan Kondom Nasional adalah pembodohan terhadap masyarakat, ucapnya.

note :
kondom terbukti efektif menurunkan risiko penularan HIV, asalkan dipakai secara benar. http://www.cdc.gov/CONDOMEFFECTIVENESS/LATEX.HTM
perlu diperhatikan 10 kesalahan populer pemakaian kondom. http://health.kompas.com/read/2013/0...akaian.Kondom.


Namun pemerintah tentu punya pertimbangan mengapa pekan kondom nasional ini diadakan. Saat ini 60% penularan HIV terjadi melalui hubungan seks, suatu hal yang bisa diturunkan risikonya dengan penggunaan kondom.

jawaban pemerintah
Spoiler for jawaban pemerintah:
Pekan Kondom Nasional 1-7 Desember, Haruskah Diadakan?
Pembahasan tentang kondom nampaknya masih tabu bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Sebagian besar orang menganggap adanya Pekan Kondom Nasional akan mendorong orang untuk melakukan perilaku seks berisiko. Benarkah?

Menjawab pertanyaan itu, Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Dr. Nafsiah Mboi, SpA, MPH mengatakan bukan itulah tujuannya, melainkan untuk mengurangi penularan virus HIV melalui perilaku seks berisiko.

"Kalau ada orang diberikan kondom gratis lalu ia melakukan perilaku seks berisiko, tandanya memang sudah dari awal ia merencanakan hal itu," ujarnya pada Konferensi Pers Hari AIDS Sedunia yang bertempat di sekretariat Komite Penanggulangan AIDS Nasional, Jl. Johar, Menteng, Jakarta Pusat dan ditulis detikhealth pada Sabtu (30/11/2013).

Menurutnya, Kemenkes punya kewajiban untuk mengurangi penularan HIV. Pada perilaku seks berisiko, penularan HIV bisa dicegah dengan menggunakan kondom. Tentunya, menghindari perilaku seks berisiko jauh lebih dianjurkan.

"Persentase penularan HIV dari jarum suntik turun dari tahun-tahun sebelumnya. Namun penularan melalui perilaku seks berisiko naik menjadi hampir 60%," ujarnya lagi

Pekan Kondom Nasional akan dimulai pada tanggal 1 Desember 2013, bertepatan dengan hari AIDS sedunia, dan berakhir pada 7 Desember 2013. Rencananya sebagian besar produsen kondom di Indonesia akan membagi-bagikan produk mereka secara gratis kepada masyarakat.


Pendapat TS :
Maksud pemerintah baik, namun kurang menekankan bahwa kondom bukanlah cara utama dalam mencegah penularan HIV. Di seluruh dunia, bahkan di Amerika yang notabene negara dengan perilaku seks bebas, urutan pencegahan penularan HIV yang dianjurkan adalah ABC, yaitu :
A - Abstinence = tidak melakukan hubungan seksual yang berisiko
B - Be Faithful = setia dan tidak berganti-ganti pasangan
C - Condom = kalau tidak bisa A dan B setidaknya pakailah kondom

Bagi kalangan yang menentang pekan kondom nasional ini alangkah baiknya jika tidak hanya sekedar menentang, tapi juga memberikan solusi, misalnya dengan kampanye anti seks bebas yang bisa digabungkan dengan pekan kondom nasional.
Bukankah jika berani mengkritik kegiatan seseorang maka seharusnya berani juga memberikan dan mewujudkan solusi

sumber :
http://health.detik..com/read/2013/1...diadakan?u18=1
http://www.republika.co.id/berita/na...ondom-nasional

Kata Kunci:



Dapatkan informasi terbaru dan menarik melalui media sosial PsikoMedia

PsikoMedia on Facebook:

 
PsikoMedia on Twitter:

 

 
  

Baca Juga
Foblog Psikologi :Foblog Lain-lain :


Facebook Comments





Kirim Komentar


Login first to leave a comment.
Signup here or Login here
PsikoMedia © 2008-2014 ® All Rights Reserved