Advertise
TOTAL MEMBERS:
42.024
TOTAL FOBLOGS:
71.307
TOTAL FRIENDSHIPS:
165.286
Searching:
Create Blog

Novi Menangis Minta Denda Terobos Busway Didiskon, Hakim Mengabulkan

Navigation: Foblog Online » Lihat Semua Foblog » Forum » Berita dan Politik » Novi Menangis Minta Denda Terobos Busway Didiskon, Hakim Mengabulkan
Published on 01 December 2013 14:35 by Contributor ForumComment
Category: Forum » Berita dan Politik357 Views 3459 Chars
Short URL: Print Novi Menangis Minta Denda Terobos Busway Didiskon, Hakim Mengabulkan   PDF Novi Menangis Minta Denda Terobos Busway Didiskon, Hakim Mengabulkan

Novi Menangis Minta Denda Terobos Busway Didiskon, Hakim Mengabulkan


Novi Menangis Minta Denda Terobos Busway Didiskon, Hakim Mengabulkan

Jumat, 29/11/2013 18:34 WIB


Quote:Original Posted By DETIK
Jakarta - Denda Rp 500 ribu yang diberikan kepada setiap pengendara motor yang menyerobot jalur TransJakarta dinilai sangat berat. Banyak yang meminta keringanan. Ada yang dikabulkan, seperti pengendara motor bernama Novi (21) ini. Dia sampai menangis meminta keringanan denda.
"Tadi udah sidang, cuma kena Rp 200 ribu sambil modus-modus gitu. Hakim sih bilang kena 2 pasal pelanggaran busway sama tidak punya SIM," ujar Novi sambil tersenyum simpul di pengadilan yang beralamat di Jl Dr Sumarmo, Penggilingan, Jakarta Timur, Jumat (29/11/2013).
Wanita yang bekerja di sebuah hotel itu menceritakan, pada persidangan awal yang digelar sekitar pukul 13.00 WIB, hakim menghukum Novi membayar denda maksimal Rp 500 ribu. Ternyata setelah keluar dari ruang sidang dia mendengar bahwa beberapa pengendara lain bisa mendapatkan keringanan dari hakim. Oleh karena itu setelah mengumpulkan banyak informasi, dia kembali mengambil nomor antrean dan masuk kembali menemui hakim.
Beginilah dialog sidang kedua ketua Hakim Martas dengan perempuan berkulit putih itu yang berlangsung selama kurang lebih 15 menit tersebut:
"Lho kok kamu lagi, bukannya tadi sudah sidang?" tanya Matras.
"Iya Pak, tapi dendanya terlalu mahal, saya nggak punya segitu uangnya. Nggak bisa kurang yah Pak?" jawab Novi yang berdiri tepat di depan meja majelis hakim.
"Kan sudah ada undang-undangnya, kamu kan masuk jalur bus," ujar Hakim. "Tapi saya belum tahu Pak undang-undangnya," ujar Novi dengan nada merajuk.
"Nanti kalau saya kasih keringanan banyak (yang akan) ngelakuin pelangaran kaya Anda," kata Hakim.
Novi sendiri sempat terdiam sesaat dan kemudian menangis. Sampai hakim memecah keheningan di ruang sidang yang sudah terlihat lebih kosong.
"Ya udah jangan nangis gitu, kalau memang nggak sanggup kan bisa bilang di awal, sini saya kasih denda Rp 200 ribu saja," imbuh hakim.
"Emang nggak bisa kurang Pak, saya nggak ada duit lagi," tawar pemilik tahi lalat di dagunya itu.
"Anda-kan kena dua pasal, ya sudah itu sudah mentok, Anda langsung bayar saja di sebelah," ujar hakim.
Setelah palu diketok, Novi pun pergi meninggalkan ruang sidang. Dia langsung menuju loket untuk membayar dendanya yang sudah didiskon oleh majelis hakim.


SUMBER


Kalo caranya kek gini terus, mendingan penegak hukumnya digantiin robot aje sekalian dah..... gimana neh hakimnye


Kata Kunci:



Dapatkan informasi terbaru dan menarik melalui media sosial PsikoMedia

PsikoMedia on Facebook:

 
PsikoMedia on Twitter:

 

 
  

Baca Juga
Foblog Psikologi :Foblog Lain-lain :


Facebook Comments





Kirim Komentar


Login first to leave a comment.
Signup here or Login here
PsikoMedia © 2008-2014 ® All Rights Reserved